Gejala Leukemia Pada Anak

Leukemia, salah satu penyakit serius ini, seringkali tidak terdeteksi pada waktunya. Meskipun ada beberapa gejala leukemia pada anak yang harus mereka waspadai.

Sayangnya, orang tua sering mengabaikan penyakit yang diderita anak-anak mereka karena dianggap sebagai gangguan kesehatan ringan dan tidak perlu khawatir.

Gejala Leukemia Pada Anak

Padahal, tahukah Anda bahwa ada beberapa gejala yang tidak bisa dianggap enteng? Tidak sedikit penyakit berbahaya seperti leukemia yang sebenarnya dimulai dengan gejala gangguan kesehatan ringan.

Leukemia adalah jenis kanker yang menyerang banyak anak. Meskipun penyakit ini parah, gejalanya sering diabaikan, seperti sakit tenggorokan dan ruam kulit. Data Riskesdas 2013 menunjukkan bahwa leukemia pada anak-anak adalah jenis kanker yang paling banyak diderita anak-anak di Indonesia.

Sel-sel kanker ini menyerang sumsum tulang, tempat sel-sel darah putih (leukosit) diproduksi. Ini akhirnya menghasilkan fungsi sumsum tulang sebagai tempat produksi komponen darah yang akan pecah.

Kenali gejala leukemia pada anak yang harus diperhatikan orang tua:
  • Terlihat pucat atau menderita anemia
  • Demam tinggi atau kedinginan
  • Kelemahan dan kelelahan kronis.
  • Kurang nafsu makan
  • Mudah mengalami pendarahan atau memar
  • Penurunan berat badan yang drastis
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Pembesaran limpa atau hati (pembengkakan perut)
  • Bintik-bintik merah kecil di kulit.
  • Napas pendek
  • Keringat berlebihan (terutama di malam hari)
  • Sakit tulang
  • Infeksi terus menerus
  • Sakit kepala
  • Batuk / sakit tenggorokan
  • Kejang

Penting untuk mengetahui bahwa gejala-gejala ini tidak selalu dikonfirmasi sebagai gejala leukemia pada anak-anak. Namun, idealnya, Anda tidak boleh meremehkan dan segera berkonsultasi dengan dokter anak jika anak Anda mengalami beberapa gejala ini.

Mendeteksi leukemia pada anak-anak sebelumnya, selalu lebih baik daripada mengobati.

Komentar